Tips & Trik

Dial Indicator: Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakannya

09 Februari 2026

account iconAdmin

Dial Indicator

Bagikan

Dial indicator merupakan alat ukur presisi yang digunakan untuk mendeteksi pergerakan atau penyimpangan sangat kecil pada suatu objek kerja. 

Alat ini banyak dimanfaatkan dalam bidang otomotif, manufaktur, dan permesinan karena mampu memberikan hasil pengukuran yang akurat hingga skala mikron. 

Dengan penggunaan yang tepat, dial indicator membantu memastikan kualitas, keselarasan, dan ketepatan komponen mekanis sesuai standar teknis yang berlaku.

Simak artikel ini lebih jauh untuk memahami dial indicator, mulai dari pengertian, fungsi, komponen, cara penggunaan, dan tips agar dial indicator diukur secara tepat.

Apa Itu Dial Indicator?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai penggunaannya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan dial indicator. Alat ini memiliki prinsip kerja mekanis yang sederhana, namun sangat efektif untuk pengukuran presisi.

Dial indicator adalah alat ukur analog yang berfungsi untuk mengukur perubahan jarak atau penyimpangan kecil pada permukaan benda kerja. Perubahan tersebut ditampilkan melalui pergerakan jarum pada skala berbentuk lingkaran, menyerupai jam. 

Alat ini tidak digunakan untuk mengukur dimensi absolut seperti panjang atau lebar, melainkan untuk membandingkan perbedaan atau ketidaksejajaran suatu permukaan terhadap titik referensi tertentu.

Dalam praktiknya, dial indicator sering digunakan sebagai alat inspeksi akhir maupun alat bantu penyetelan mesin agar hasil kerja tetap konsisten dan presisi.

Apa Saja Fungsi Dial Indicator?

Dalam aktivitas teknik dan perawatan mesin, dial indicator memiliki peran penting untuk memastikan setiap komponen bekerja sesuai toleransi. Berikut beberapa fungsi utama dial indicator yang umum digunakan:

1. Mengukur Kerataan Permukaan (Flatness)

Dial indicator digunakan untuk memeriksa apakah suatu permukaan benar-benar rata atau memiliki penyimpangan. Alat ini sangat membantu dalam proses pengecekan meja mesin, permukaan blok mesin, atau komponen logam lainnya. 

Dengan mendeteksi ketidakteraturan sekecil apa pun, pengguna dapat melakukan koreksi sebelum komponen digunakan lebih lanjut.

2. Mengukur Run Out pada Poros atau Silinder

Run out adalah kondisi ketika poros atau silinder tidak berputar secara sempurna pada sumbunya. Dial indicator memungkinkan Anda mengukur besarnya penyimpangan tersebut secara akurat. 

Pengukuran ini penting untuk mencegah getaran berlebih, keausan tidak merata, serta potensi kerusakan pada sistem mekanis.

3. Memeriksa Kesejajaran (Alignment)

Fungsi lain dari dial indicator adalah untuk memastikan dua atau lebih komponen berada dalam posisi sejajar. Ketidaksejajaran kecil sekalipun dapat memengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, alat ini sering digunakan saat proses pemasangan atau penyetelan komponen mesin.

4. Mengukur End Play

Dalam sistem mekanik, end play atau celah gerak diperlukan agar komponen dapat bergerak dengan bebas tanpa macet. 

Dial indicator membantu mengukur celah ini secara presisi sehingga tidak terlalu longgar maupun terlalu sempit. Pengukuran yang tepat akan memperpanjang umur pakai komponen.

5. Membantu Proses Penyetelan Mesin

Dial indicator juga berfungsi sebagai alat bantu penyetelan, misalnya saat melakukan tramming pada mesin frais atau memastikan posisi alat potong berada pada sudut yang tepat. Dengan demikian, hasil pemesinan menjadi lebih rapi dan konsisten.

Bagian-Bagian Utama Dial Indicator

Untuk menggunakan dial indicator secara optimal, Anda perlu memahami komponen utama yang menyusunnya. Setiap bagian memiliki fungsi spesifik yang saling berkaitan.

1. Dial atau Skala Utama

Skala utama berbentuk lingkaran dan dilengkapi angka serta garis penunjuk yang menunjukkan nilai penyimpangan yang terukur. Ketelitian skala inilah yang menjadikan dial indicator unggul dalam pengukuran presisi.

2. Jarum Penunjuk

Jarum penunjuk akan bergerak mengikuti pergerakan plunger. Setiap pergerakan kecil pada jarum mencerminkan perubahan jarak yang sangat kecil pada benda kerja. Oleh karena itu, pembacaan jarum harus dilakukan dengan teliti.

3. Plunger atau Spindle

Plunger adalah bagian yang bersentuhan langsung dengan objek yang diukur. Ketika plunger terdorong atau tertarik, mekanisme internal akan menerjemahkan gerakan tersebut menjadi pergerakan jarum. 

Hal yang perlu diperhatikan adalah pastikan kondisi plunger selalu bersih agar tidak memengaruhi akurasi pengukuran.

4. Bezel atau Ring Pengatur Nol

Bezel berfungsi untuk mengatur posisi nol pada skala. Dengan mengatur nol terlebih dahulu, pengguna dapat membandingkan perubahan nilai secara langsung tanpa perlu menghitung ulang dari awal.

5. Stem dan Dudukan (Mounting)

Bagian ini digunakan untuk memasang dial indicator pada magnetic base atau penyangga lainnya. Pemasangan yang stabil sangat penting untuk menghindari kesalahan pembacaan akibat getaran atau pergeseran alat.

Cara Menggunakan Dial Indicator dengan Benar

Setelah memahami fungsi dan komponennya, berikut langkah-langkah penggunaan dial indicator yang benar agar hasil pengukuran akurat dan dapat dipertanggungjawabkan:

Persiapan Awal

Sebelum melakukan pengukuran, pastikan lingkungan kerja bersih dan bebas dari getaran. Permukaan benda kerja juga harus dibersihkan dari debu, oli, atau serpihan logam yang dapat memengaruhi hasil ukur.

Langkah-Langkah Penggunaan

1. Pasang Dial Indicator pada Dudukan

Pastikan dial indicator terpasang kuat pada magnetic base atau stand. Posisi yang stabil akan membantu menghasilkan pembacaan yang konsisten.

2. Atur Posisi Plunger

Pasang ujung plunger pada posisi yang ingin diukur, idealnya dalam sudut 90° untuk menghindari kesalahan pembacaan.

Baca Juga : Yuk, Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas dan Artinya

3. Setel Skala ke Posisi Nol

Putar bezel hingga jarum menunjuk angka nol. Langkah ini penting sebagai titik acuan sebelum pengukuran dilakukan.

4. Lakukan Pengukuran

Gerakkan atau putar benda kerja secara perlahan sesuai kebutuhan. Amati pergerakan jarum untuk mengetahui besarnya penyimpangan.

5. Baca dan Catat Hasil

Catat nilai maksimum dan minimum yang ditunjukkan jarum. Selisih kedua nilai tersebut merupakan hasil pengukuran penyimpangan.

Tips agar Pengukuran Dial Indicator Lebih Akurat

Agar hasil pengukuran dial indicator tetap optimal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan:

  • Selalu pasang indikator secara kokoh, karena getaran atau goyangan dapat menghasilkan nilai yang tidak stabil.
  • Pastikan permukaan kerja bersih dari kontaminan seperti debu dan oli.
  • Hindari tekanan berlebih pada plunger. Cukup sentuh permukaan dengan ringan agar bacaan tidak bias. 
  • Kalibrasi alat secara berkala karena komponen mekanis dapat mengalami penyusutan atau perubahan karena pemakaian.
  • Gunakan dalam kondisi suhu stabil untuk menghindari ekspansi bahan yang dapat memengaruhi pembacaan.

Gunakan Dial Indicator Secara Tepat

Dial indicator merupakan alat ukur presisi yang sangat penting dalam berbagai aktivitas teknik dan permesinan. Dengan memahami fungsi, bagian, serta cara menggunakannya secara benar, Anda dapat memastikan setiap proses pengukuran berjalan akurat dan efisien. 

Penggunaan dial indicator yang tepat tidak hanya meningkatkan kualitas kerja, tetapi juga membantu menjaga performa dan umur pakai komponen mesin. Jadi, gunakan dial indicator secara optimal untuk memastikan setiap detail teknis berada dalam toleransi yang tepat.

Jika Anda melakukan pemeliharaan atau servis rutin di bengkel Suzuki, maka Anda tidak perlu bingung memikirkan cara menggunakannya, karena teknisi ahli Suzuki akan mengerjakan semuanya secara optimal. 

Segera booking di bengkel Suzuki terdekat untuk servis terbaik kendaraan Anda.

Pricelist Icon Price List Dealer Halo Suzuki Icon Test Drive/Ride
Chat