8 Komponen Sistem Pendinginan Mobil dan Cara Kerjanya
11 Februari 2026
Admin
Bagikan
Radiator berfungsi sebagai media utama untuk melepas panas dari cairan pendingin yang berasal dari mesin. Coolant panas dialirkan ke radiator dan didinginkan melalui sirip-sirip logam yang terkena aliran udara dari luar kendaraan.
Proses pelepasan panas ini sangat menentukan efektivitas sistem pendingin mobil. Jika radiator kotor, tersumbat, atau bocor, panas tidak dapat dilepaskan dengan baik sehingga suhu mesin berisiko meningkat.
2. Cairan Pendingin (Coolant)
Coolant merupakan cairan khusus yang bertugas menyerap panas dari mesin dan membawanya keluar melalui sistem pendingin mobil.
Cairan ini memiliki titik didih lebih tinggi dibandingkan air biasa serta mengandung zat antikarat untuk melindungi komponen logam.
Selain menyerap panas, coolant juga membantu menjaga suhu mesin tetap stabil dalam berbagai kondisi berkendara. Penggunaan coolant yang sesuai spesifikasi sangat penting agar sistem pendingin mobil dapat bekerja secara maksimal.
3. Water Pump
Water pump berperan mengalirkan coolant ke seluruh jalur sistem pendingin mobil secara terus-menerus. Komponen ini memastikan cairan pendingin dapat bersirkulasi dari mesin menuju radiator dan kembali lagi.
Baca Juga : Ingat, Ban Serep Juga Sebaiknya Dirawat!
Jika water pump mengalami gangguan, aliran coolant akan terhambat dan menyebabkan panas terakumulasi di dalam mesin. Kondisi ini dapat memicu overheat dalam waktu singkat meskipun kendaraan digunakan secara normal.
4. Thermostat
Thermostat berfungsi mengatur aliran coolant berdasarkan suhu kerja mesin. Saat mesin masih dingin, thermostat akan menutup agar mesin lebih cepat mencapai suhu ideal.
Ketika suhu mesin meningkat, thermostat akan membuka dan memungkinkan coolant mengalir ke radiator untuk didinginkan. Mekanisme ini membantu menjaga keseimbangan suhu mesin dalam berbagai kondisi penggunaan.
5. Kipas Pendingin (Cooling Fan)
Kipas radiator berfungsi membantu proses pendinginan dengan mengalirkan udara ke sirip radiator. Komponen ini sangat berperan saat kendaraan melaju pelan atau berhenti, ketika aliran udara alami tidak mencukupi.
Dengan bantuan kipas radiator, panas dari coolant dapat dilepas secara lebih efektif. Jika kipas radiator tidak bekerja, sistem pendingin mobil akan kesulitan menurunkan suhu mesin.