Fungsi Avometer: Bagian, Jenis, dan Cara Kerjanya
05 Februari 2026
Admin
Bagikan
Salah satu fungsi utama avometer adalah mengukur tegangan listrik, baik arus searah maupun arus bolak-balik. Pengukuran ini diperlukan untuk memastikan sumber listrik bekerja dalam rentang aman.
Dalam konteks kendaraan, avometer membantu mengecek tegangan aki atau sistem pengisian agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan daya yang berpotensi merusak komponen.
Pengukuran tegangan yang tepat membantu teknisi menentukan apakah sistem kelistrikan berada dalam kondisi normal.
2. Mengetahui Besaran Arus Listrik
Selain tegangan, avometer juga digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian. Informasi ini penting untuk mengetahui apakah suatu komponen bekerja sesuai beban.
Dengan menggunakan avometer, teknisi dapat mendeteksi arus berlebih yang berpotensi menyebabkan panas berlebih atau kerusakan komponen kelistrikan.
Pengukuran arus membantu mencegah kerusakan lanjutan pada sistem kelistrikan kendaraan maupun perangkat elektronik.
3. Mengukur Hambatan atau Resistansi
Baca Juga : Begini Antisipasi yang Tepat Saat Alami Pecah Ban Ketika Mobil Sedang Melaju
Hambatan listrik menunjukkan seberapa besar suatu komponen menahan aliran arus listrik dalam sebuah rangkaian. Avometer digunakan untuk mengukur nilai resistansi ini secara akurat sebagai bagian dari pemeriksaan dasar kelistrikan.
Melalui pengukuran resistansi, avometer membantu mendeteksi kabel yang mulai putus di dalam, sambungan yang tidak rapat, atau komponen yang sudah tidak bekerja secara optimal meskipun tampak normal dari luar.
Fungsi ini sangat berguna dalam proses troubleshooting yang membutuhkan ketelitian tinggi, terutama saat gangguan tidak dapat langsung diidentifikasi melalui pemeriksaan fisik.
4. Membantu Diagnosa Kerusakan Kelistrikan
Avometer sering digunakan sebagai alat awal dalam proses diagnosa kerusakan kelistrikan karena mampu memberikan gambaran kondisi sistem secara objektif. Dengan data pengukuran yang diperoleh, teknisi dapat mempersempit kemungkinan sumber masalah secara lebih sistematis.
Penggunaan avometer membuat proses perbaikan menjadi lebih efisien karena setiap keputusan didasarkan pada hasil pengukuran yang terukur, bukan sekadar perkiraan atau pengalaman semata.
Pendekatan berbasis data ini membantu mengurangi risiko kesalahan penanganan yang dapat memperparah kerusakan atau menyebabkan masalah baru pada sistem kelistrikan.