Jangan Panik, Ini Penyebab Setir Mobil Berat & Solusinya
19 Desember 2025
Admin
Bagikan
Pompa ini juga berguna untuk menjaga tekanan pada sistem agar lebih optimal. Jadi, pengendara tidak menghabiskan banyak tenaga saat menggunakan setir.
Sayangnya, komponen ini bisa mengalami kerusakan meskipun umurnya masih panjang. Biasanya, hal ini ditandai dengan suara mendesis atau bunyi aneh lainnya yang terjadi saat kemudi digunakan.
2. Kondisi Cairan yang Tidak Sempurna
Seperti yang telah disebutkan di atas, sistem power steering mempunyai cairan khusus. Cairan ini bekerja dengan tekanan hidrolik untuk memudahkan putaran kemudi saat digunakan.
Namun, zat cair tersebut bisa habis, mengental, atau berumur tua sehingga dapat menurunkan efektivitasnya dalam mendukung gerakan setir mobil. Alhasil, kemudi menjadi lebih berat.
3. Rak Rusak
Umumnya, mobil modern dilengkapi dengan rak kemudi atau rack steer. Tujuannya adalah sebagai penghubung antara kemudi dengan sistem pemutar roda. Dengan demikian, mobil bisa berbelok sesuai arahan dan keinginan.
Komponen yang dipasang dengan poros dan serangkaian sambungan U ini bisa mengalami kerusakan sehingga setir menjadi lebih berat. Hal ini dapat terlihat dari roda yang masih berputar dengan mulus meskipun setir sulit untuk dikendalikan.
4. Masalah Kelistrikan
Baca Juga : Jangan Malas Lap Mobil Setelah Terguyur Air Hujan!
Saat ini, banyak sistem power steering yang dilengkapi dengan motor listrik. Fungsinya adalah untuk mendukung sistem hidrolik pada kemudi. Letaknya di bagian kolom setir atau rak.
Motor listrik tersebut bisa mengalami kerusakan. Misalnya akibat kabel yang putus atau mengalami korosi, sensor setir bermasalah, atau sekring putus. Alhasil, sistem power steering bisa mengalami masalah sehingga kemudi sulit untuk dikendalikan.
5. Sabuk Serpentine Mengalami Gangguan
Sabuk serpentine tak kalah penting bagi sistem kemudi. Fungsinya adalah memberi dukungan daya pada pompa yang menjadi bagian power steering maupun sistem lainnya.
Umumnya, umur sabuk tersebut bisa bertahan mulai dari 95.000 hingga 160.000 kilometer. Hal ini bisa bervariasi tergantung jenis mobil dan rancangan pabrikan. Sayangnya, komponen ini dapat mengalami kerusakan sehingga mengganggu setir.
Tidak hanya rusak, komponen tersebut juga bisa putus maupun retak. Peluang sabuk serpentine mengalaminya akan semakin tinggi bila Anda tak pernah merawat atau menggantinya.